BAGAIMANA MENDETOKSIFIKASI TUBUH?

waktunya detox

DETOKSIFIKASI

Pada aspek klinik, detoksifikasi biasanya diterapkan dalam program penyembuhan orang yang mengalami kecanduan narkoba atau alkohol.

Karena kondisi lingkungan saat ini (polusi udara, limbah industri, pestisida dalam makanan, pengawet dll) maka detoksifikasi dimaknai dengan pengertian yang lebih mendasar yaitu pengeluaran semua zat atau bahan yang merupakan produk dari dalam atau luar tubuh berupa polutan atau kontaminan yang semestinya tidak boleh ada dalam tubuh.

Tujuan dari program detoks adalah membantu tubuh anda untuk membersihkan toksin-toksin sehingga membuat tubuh terasa bugar, bersemangat, muka terlihat cerah dan pikiran pun jernih.

Toksin merupakan zat yang merusak fungsi normal tubuh atau zat yang masuk tubuh secara berlebihan.

Toksin dapat berupa by product endogen yang diproduksi oleh tubuh sendiri. Jumlahnya akan berlebih bila dalam keadaan stres atau kelelahan fisik. Tubuh kita mengeluarkan adrenalin dan kortisol yang berfungsi menaikan tekanan darah, detak jantung, dan mengacaukan metabolisme. Jika stres berlangsung lama, hal ini akan menjadi toksin hormonal yang berakibat sistemik.

Toksin dari eksogen berupa polutan atau kontaminan yang berasal dari lingkungan atau makanan yang kita konsumsi.

“Kita hidup di lingkungan yang penuh toksin, dan tidak ada satu carapun yang dapat kita lakukan untuk menghindarinya” (Chris Clark, M.D , Direktur Medis The Raj, tempat penyembuhan ayurvedik di farfield, Lowa, AS).

Penumpukan toksin yang berlebihan juga menimbulkan kondisi emosi yang tidak seimbang seperti merasa gelisah, rendah diri, cepat naik darah, dan sulit berkonsentrasi

Menurut Ahli Biokimia Medis dari Universitas California Barkeley yaitu Dr. Bruce Ames: “Setiap hari 1 triliun molekul masuk dalam tiap sel tubuh kita dan sekaligus menimbulkan sekitar 100.000 cedera karena ulah molekul radikal bebas terhadap gen atau DNA sel tubuh kita.

Beruntungnya, kemampuan enzim-enzim  dalam tubuh mampu mengatasi dan memperbaiki hingga 99%-99,9% dapat mengeliminasi kerusakan itu. Namun, residu kerusakan yang 0,1%-1% berupa 1000 luka cedera baru terus-menerus terakumulasi dalam tubuh. Akumulasi inilah menjadi awal dari penuaan dini dan potensi terjadinya penyakit.

Kita tidak bisa menghindari 100% toksin masuk dalam tubuh. Sebenarnya, tubuh memiliki mekanisme alami untuk pembersihan toksin, tapi ini tidak bisa menghilangkan toksin yang sudah berlebihan.

Akibat berlebihnya toksin dalam tubuh adalah cepat merasa lelah, kepala sering pusing, melemahnya organ pencernaan, kondisi kulit buruk, kanker, gangguan prostat dan lain-lain.

Organ-organ yang berperan dalam detoksifikasi antara lain: pori-pori kulit, usus besar, paru-paru, hati, ginjal dan kelenjar getah bening.

Mengoptimalkan sistem detoks yang berlangsung dalam tubuh oleh organ-organ tersebut disebut dengan internal cleansing yaitu dengan meningkatkan reaksi enzim dan metabolisme.

Tujuannya adalah:
1. Mengeluarkan semua zat asam yang membahayakan kesehatan dari dalam tubuh.
2. Menetralkan bahan/ zat yang bersifat toksik.

Perlunya detoksifikasi?

Detoksifikasi diperlukan oleh siapa saja, baik yang sakit maupun yang sehat karena racun/toksin pasti banyak tertimbun pada orang yang hidup di zaman ini.

Tubuh punya mekanisme pembuangan toksin sampah sisa pencernaan yaitu dengan buang air besar. Tapi, belum tentu sampah tersebut pasti terbuang. Akibat pola makan yang kurang baik menyebabkan konstipasi/sembelit sehingga meracuni usus (Intestinal toxemia)

Sampah yang seharusnya dibuang tertahan di usus besar. Toksin akhirnya terserap kembali dan terdistribusi dalam darah. Toksin tersebut ikut beredar dalam darah dan mengkontaminasi seluruh jaringan tubuh, akibatnya menyebabkan menurunnya imunitas, mudah lelah, penuaan dini bahkan penyakit degeneratif.

 

Penyebab dari intestinal toxemia adalah

Mengkonsumsi makanan yang selalu dimasak atau diproses sehingga kandungan enzim dalam makanan berkurang atau rusak.

Konsumsi makanan pembentuk asam (protein, lemak, karbohidrat) menyebabkan darah menjadi asam (asidosis). Akibatnya terjadi peradangan pada berbagai jaringan tubuh, pengentalan darah serta gangguan sirkulasi darah (nutrisi dan okigen tidak tersuplai dengan baik ke berbagai jaringan).

Konsumsi makanan pembentuk asam memaksa tubuh mengeluarkan enzim pencernaan secara berlebihan.

Akibatnya, tubuh akan menghabiskan energi dan menyebabkan peradangan pada pankreas (memproduksi enzim pencernaan untuk membantu fungsi lambung dan usus kecil). Gangguan pada pankreas menyebabkan pencernaan tidak lancar dan produksi toksin semakin bertambah banyak.

 

⭐Usus besar tidak memiliki kemampuan untuk mencerna makanan, hanya akan memadatkan makanan yang tidak tercerna sepanjang dinding usus. Secara alami, proses ini akan merangsang pengeluaran mucus (lendir) dari jaringan mukosa yang ada di dinding usus besar.

⭐Pengeluaran mucus yang berlebihan akan menjadikan massa kotoran sampah pencernaan menjadi masif, lengket dan mengeras. Kondisi ini yang menjadi penyebab konstipasi dan gangguan usus besar.

Setelah beberapa waktu, kotoran akan membusuk dan menghasilkan gas beracun dan plak yang melekat pada dinding usus (disebut mukoid), yang menjadi prekursor kanker kolon. Gas tersebut dapat terserap ke darah dan mengalir ke seluruh tubuh dan menyebabkan penyakit.

Manfaat Detoksifikasi

• Mengurangi atau mengeliminasi sampah beracun dalam darah.
• Mengembalikan fungsi dan keseimbangan alami dalam tubuh.
• Meningkatkan daya tahan tubuh.
• Meningkatkan energi
• Meremajakan sel-sel sehingga kulit menjadi bersih, sehat, kencang dan lembut.
• Menurunkan kelebihan berat badan.
• Mengecilkan tumor, menghambat perkembangan kanker.
• Menghilangkan peradangan pada kelenjar getah bening.
• Melancarkan sirkulasi darah dan getah bening.
• Menghilangkan gejala penyakit seperti alergi, sakit kepala, kembung dsb.
• Meningkatkan fungsi indra penciuman, perasa dan pendengaran.
• Memperbaiki daya ingat.
• Memperbaiki kadar gula dan tekanan darah.
• Memperbaiki fungsi liver dan ginjal.
• Menghilangkan selulit.
• Membuat pikiran dan hati senang.

 

Bagaimana Cara Melakukan Detoksifikasi?

Nenek moyang telah mengenal terapi detoksifikasi berabad-abad yang lalu. Ada banyak meode detoksifikasi yang dilakukan sekarang ini antara lain:

a. Puasa
b. Konsumsi jus
c. Detox darah
d. Colon cleansing
e. Lever detox
f. Lymphatic detox
g. SPA
h. Gurah

Pada saat melakukan program detoks, istirahat dan relaksasi sangatlah penting. Jika masih sibuk dengan aktivitas sebaiknya tidak melakukan detoks. Detoks menyebabkan laju metabolisme turun, begitu juga suhu tubuh, tekanan darah, denyut nadi dan saluran pernafasan. Tubuh akan melakukan proses penghematan energi dan sebagian energi akan difokuskan untuk pembuangan racun.

 

Proses pengeluaran racun akan menimbulkan reaksi yang tidak nyaman, dalam dunia medis disebut withdrawl symptom. Dalam pengobatan alami, disebut krisis penyembuhan (healing crisis), gejala penyembuhan/direction of curing (DOC). Gejala ini muncul dari hari pertama hingga ketiga program detoks. Krisis penyembuhan ditandai dengan gejala demam, flu, sering buang air kecil atau besar, nyeri otot atau sendi, sakit kepala atau pening, mual-mual atau kembung, lesu, banyak mengeluarkan lendir, gatal-gatal atau jerawat (jika punya masalah kulit), napas bau, penebalan lapisan pada permukaan lidah, merasa kedinginan, gangguan emosional..

 

Program detoksifikasi yang baik harus dapat:

• Menormalkan pH pencernaan
• Meningkatkan kinerja pankreas untuk menghasilkan enzim
• Menlancarkan kerja empedu
• Mengurangi lemak dan penyumbatan liver dan ginjal.
• Membangun flora usus
• Melancarkan pembuangan lendir/mucus dan ampas dari dinding usus agar penyerapan makanan menjadi lebih baik.
• Membuang kotoran yang menyumbat saluran usus.
• Merangsang gerakan peristaltik usus agar pembuangan lebih lancar.
• Membersihkan darah dan membuka pori-pori kulit.
• Membersihkan saluran kencing dan memperbaiki keseimbangan cairan tubuh.
• Melancarkan sirkulasi darah dan getah bening.
• Mengeluarkan lendir dari paru-paru serta melancarkan pernapasan.
• Meningkatnya imunitas tubuh.

 

Kenapa darah harus didetox?

detox darah

karena semua limbah metabolisme akibat dari pembakaran energi akan masuk mengikuti aliran darah.

Jika darah kita kotor maka efeknya akan ke seluruh tubuh, karena darah mengalir ke seluruh tubuh

Untuk detoks darah dengan menggunakan ramuan berbagai herbal. Bekam termasuk ke dalam detox darah

Terutama yang sering merasakan masalah kulit seperti alergi, gatal, eksim, jerawat dll

Komposisi Jamu detoks:
• Temulawak
• Kunir mangga
• Sambiloto
• Bratawali
• Pegagan,
• Jintan putih
• Temu ireng

Selanjutnya adalah detox usus atau colon cleansing

usus-kotor

Penyebab utama dari masalah kesehatan adalah autointoksikasi atau tubuh meracuni dirinya sendiri. Ini akibat dari gaya hidup yang salah.

Penyebab autointoksikasi adalah usus yang kotor/banyak toksin

Dokter Antony Bashir adalah seorang professor gastroenterologi (ahli pencernaan) di New York menyimpulkan setelah 25 tahun menangani lebih dari 5000 kasus, setiap dokter harus menyadari bahwa toksin dalam usus adalah penyebab utama dan paling berkontribusi menyebabkan penyakit.

Usus halus manusia panjangnya kira-kira 12 kaki. Konsumsi junk food membentuk lapisan film/lendir yang tebal  pada usus  akibatnya suplemen, herbal dan nutrisi tidak terserap sempurna.

Bisa jadi anda konsumsi herbal terus-menerus tapi tidak berefek, Bukan karena herbalnya tidak berefek, tapi masalahnya usus anda yang bermasalah.

Gerak peristaltic usus yang lamban menyebabkan konstipasi yang mana makanan tertumpuk di usus besar  menghasilkan racun  autointoksikasi

Kopi yang digunakan adalah kopi khusus untuk enema

Cara melakukan enema bisa dibaca di sini:

https://id.wikihow.com/Melakukan-Enema-(Suntikan-Urus-Urus)-di-Rumah

Makanan dan Herbal untuk membantu detoks usus

• Sayuran karena kaya serat
• Makanan yang tinggi probiotik (bakteri baik): kefir, yoghurt

• Herbal probiotik: bioterra

• Buah: apel
Bisa membantu membersihkan usus, karena kandungannya pectin (serat) dan quercetin (antioksidan). Makan apel sama kulitnya, karena kandungan pectin di kulitnya
Alpukat, buah yang tinggi serat serta kalium dan magnesium. Keduanya adalah mineral yang diperlukan untuk mulai membersihkan colon.

Garam menahan air sedangkan kalium menarik air sehingga bisa mendukung detox colon
Magnesium membantu melemaskan otot usus sehingga mendorong kotoran keluar

• Flaxseed: kaya serat, asam lemak omega 3 membantu membersihkan colon
1 sdm flax seed atau psyllium husk dengan alpukat setiap pagi sebagai suplemen detox usus.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *