DETEKSI DINI PENYAKIT LEWAT MATA

YANG DAPAT DIPERLIHATKAN DENGAN DETEKSI MATA

1.      Adanya kebutuhan zat nutrisi utama yang harus dipenuhi oleh tubuh.

2.      Yang berhubungan dengan kelemahan ataupun kondisi yang kuat dari organ, jaringan dan kelenjar.

3.      Kondisi organ yang serius harus segera ditangani dan dinormalisasikan.

4.      Adanya sejumlah racun yang terdapat dalam organ, jaringan dan kelenjar.

5.      Tingkat peradangan dan aktivitas pada jaringan, serta pada organ mana terjadinya.

6.      Lemahnya kerja (kurang aktif) organ-organ perut dalam proses pencernaan.

7.      Kondisi  kejang atau menggelembungnya suatu organ dalam perut.

8.      Kondisi ketidak-seimbangan mikrobiotik dalam lambung (misalnya kebutuhan yang harus dipenuhi untuk Acidophilus ).

9.      Menggelantungnya usus melintang (prolapsus).

10.  Peradangan dan kondisi nervous pada organ perut, lambung.

11.  Indikasi adanya jaringan beresiko tinggi yang akan menyebabkan penyakit.

12.  Terjadinya tekanan atau kerja berat pada jantung.

13.  Tingkat kelancaran fungsi aneka organ tubuh.

14.  Kondisi tenaga pancaran sistem saraf yang kuat dan melemah.

15.  Kondisi yang diakibatkan oleh berlebihan atau rendahnya aktivitas organ, jaringan dan kelenjar.

16.  Memperlihatkan bahwa keseluruhan organ saling mempengaruhi, sehingga kondisi tertentu dari suatu organ dapat menjadi indikasi kondisi organ yang lain.

17.  Penyumbatan pada sistem getah bening.

18.  Kondisi sangat minimnya penyerapan zat nutrisi.

19.  Kondisi organ, jaringan dan kelenjar yang sangat kekurangan mineral.

20.  Daya kerja pemanfaatan zat nutrisi pada organ-organ tubuh, jaringan dan kelenjar.

21.  Indikasi adanya kelelahan yang berlebihan dan stress mental maupun fisik dalam tubuh.

22.  Kebutuhan beristirahat untuk membangun kembali daya tahan tubuh.

23.  Menunjukkan adanya area jaringan yang berkaitan dengan gejala penyakit laten (suppressed symptoms).

24.  Kecenderungan sexual performance.

25.  Adanya pola dari sifat bawaan/keturunan yang berkaitan dengan kelemahan suatu organ dan pengaruhnya terhadap organ-organ lain, jaringan, maupun kelenjar  dalam tubuh.

26.  Adanya kondisi yang diperlihatkan akibat dari tindakan (pengobatan) secara medis yang berlebihan.

27.  Menunjukkan kecenderungan adanya potensi gangguan kesehatan (preclinical stages) misalnya terjadinya diabetes, cardiovascular dan aneka penyakit lainnya.

28.  Adanya keracunan zat yang dikeluarkan dari tanah, air dan udara.

29.  Kemampuan penyembuhan dan tingkat kesehatan tubuh.

30.  Adanya penumpukan racun yang dapat terdeteksi sebelum ada penampakan (manifestasi) suatu penyakit yang diakibatkan oleh racun tersebut.

31.  Kelemahan bawaan/keturunan serta pengaruhnya terhadap sistem saraf, peredaran darah danmineralisasi pada tulang.

32.  Pengaruh sifat keturunan terhadap aneka gejala yang diperlihatkan.

33.  Indikasi adanya proses penyembuhan yang meningkat pada organ, jaringan, maupun sistem kelenjar.

34.  Problem pada sumsum tulang.

35.  Adanya kecenderungan potensi yang berkaitan dengan sifat kelemahan yang dapat menimbulkan penyumbatan pembuluh darah balik (vena) pada kaki.

36.  Menunjukkan adanya zat nutrisi yang negatif maupun positif dalam tubuh.

37.  Problem alergi.

38.  Menunjukkan adanya infeksi.

39.  Tanda akut dalam deteksi iris menunjukkan adanya radang selaput lender yang makin meningkat atau terbentuknya kondisi asam dalam sistem tubuh. Sedangkan tanda sub akut dan kronismengindikasikan adanya radang selaput lender yang laten (telah berlangsung lama).

40.  Menyatakan kondisi pada suatu waktu di dalam jaringan dari seluruh bagian organ tubuh.

41.  Memperlihatkan suasana (mental) dan kesabaran yang sangat tinggi.

42.  Menunjukkan adanya potensi yang mengarah ke pikun/amnesia.

43.  Kondisi yang diakibatkan oleh polusi lingkungan yang meracuni tubuh.

44.  Memperlihatkan adanya kelenjar adrenal yang kelelahan, yang diindikasikan dengan tekanan darah rendah, kekurangan vitamin C dan hormon Adrenalin.

45.  Daya tahan terhadap suatu penyakit (resistensi) yang ditunjukkan adanya sejumlah endapan racun dan dapat diatasi sendiri oleh tubuh.

46.  Keterkaitan atau hubungan yang mencakup suatu gejala penyakit, pengaruhnya terhadap antar organ, jaringan dan kelenjar.

47.   Dapat menunjukkan perbedaan terjadinya proses penyembuhan (healing crisis) yang pesat dengan kondisi kegentingan/krisis dari suatu penyakit yang sedang diderita (disease crisis).

48.  Memperlihatkan proses kerja penyembuhan dalam tubuh dari segi adanya sifat bawaan keturunan.

49.  Memperlihatkan efektivitas suatu tindakan penyembuhan dan kualitas pancaran sistem saraf dalam tubuh.

50.  Memperlihatkan tanggapan dari suatu perlakuan (treatment), seberapa baik dan cepat tubuh dapat disembuhkan.

51.  Tingkat kesehatan keseluruhan tubuh secara utuh, yang merupakan kesatuan dari berbagai struktur.

 

Slide58 Slide18 Slide11

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *