SOLUSI AMPUH MENGATASI DIABETES

Image may contain: 1 person

 

Diabetes adalah penyakit jangka panjang atau kronis yang ditandai dengan kadar gula darah (glukosa) yang jauh di atas normal.

Glukosa sangat penting bagi kesehatan kita karena merupakan sumber energi utama bagi otak maupun sel-sel yang membentuk otot serta jaringan pada tubuh. Untuk itu kadar gula darah harus selalu dipertahankan pada kadar tertentu, agar otak kita dapat terus mendapat makanan dan berfungsi normal.

Kadar gula normal pada saat puasa : 70- 110mg/dL
Arti puasa adalah tidak ada pemasukan kalori (makanan/minuman) selama 8 jam atau lebih.

Pada keadaan sewaktu : 115 – 150 mg/dl
Arti sewaktu : gula darah diambil pada sembarang waktu tanpa memperhatikan kapan terakhir makan.

Hiperglikemia (kadar gula darah tinggi) : lebih dari 180
Hipoglikemik (kadar gula darah rendah): kurang dari 70
Jadi intinya orang bisa dikatakan diabetes jika dilakukan pengukuran kadar gula darah menunjukkan angka: lebih dr 125 saat puasa 8jam.

Dan lebih dr 200 dlm kondisi tidak puasa.
Namun untuk menentukan diabetes atau tidak bisa dicek secara berulang bukan disimpulkan dari sekali pengukuran. Jika hasilnya selalu tinggi bisa jadi diabetes. Untuk hasil paling valid bisa dg pengukuran HbA1c. Kalau hasilnya lebih dr 6,5 maka dikatakan diabetes.

Jika kadar Gula darah tinggi yang terus menerus (Diabetes), biasanya ditandai dengan:
mudah lapar, mudah haus, sering kencing, gatal yang tak kunjung sembuh, mudah lelah, mudah ngantuk, masalah sexual, infeksi (keputihan, gatal), Luka sulit kering, penglihatan kabur.
Bagi pasien DM, yang perlu diperhatikan adalah

POLA MAKAN dan POLA HIDUP SEHAT.
Karena 85% pasien DM adalah DM tipe 2 yang disebabkan karena Gaya hidup yang tidak sehat.
Untuk itu bisa di kontrol lagi gula darahnya dengan cara memperbaiki pola makan dan pola hidup yang sehat.
Pola makan dengan cara Diet yang Aman.
Bagi yang Obesitas atau mengalami kegemukan harus diturunkan BB nya hingga ideal.

Dalam makan, yang diperhatikan BUKAN rasa manis atau enggak nya. Tapi Jumlah kalorinya.
Jadi penting menghitung atau memperkirakan jumlah asupan kalorinya dalam makanan sehari-hari. Untuk lebih jelasnya bisa konsultasi dengan dokter spesialis Penyakit dalam atau Spesialis Gizi.

Jam makan harus teratur agar kerja insulin teratur . insulin bekerja untuk memproses makan besar setiap 6 jam.
Jadi misalnya makan pagi jam 7
makan siang jam 1 dan makan malam jam 7.
Jika sering makan, maka kerja insulin jadi bingung padahal sedang berlangsung proses makanan yg sebelumnya.kalau berlangsung terus menerus insulin bisa mengalami resistensi yg menyebabkan DM tipe 2.

Pada Pasien DM perlu perhatikan 4 J :
1. Jumlah makan
Pagi harus makan banyak sperti RAJA.
Makan Siang juga boleh banyak seperti PANGERAN.
Sedangkan Makan malam seperti PENGEMIS. Makan sedikit dan terbatas.
Jangan dibalik yaaa…. karena semakin malam, kalori yg dihasilkan dr makanan, tidak digunakan untuk beraktivitas.
Untuk itu harusnya semakin sedikit.

2. Jaga porsi
Ingat porsi sesuai dg usia.
Kalau masih muda harus banyak karena untuk pertumbuhan.
Kalau tua sedikit aja.
Untuk orang kantoran harus lebih sedikit makan. Sedangkan untuk tenaga lapangan lebih banyak makan, agar tidak lemas.
Kunyah baik-baik.
untuk makan sayur sebaiknya 30x kunyah.
Nikmati kunyahan agar makannya tidak berlebihan. Ketika makan, Jangan disambi2/dibarengi dengan aktivitas yang lain. Misal makan sambil nyetir, nonton TV, dll

Kenapa tidak disarankan makan disambi2?? Karena kita jadi susah ngontrol jumlah makanan yang kita makan. Tidak terasa ternnyata habis banyak.

Jadi usahakan Kalau belum benar-benar lapar gak usah makan. Coba Minum dulu. Kalau minum udah kenyang maka tidak perlu makan besar. Ingat Insulin bekerja untuk proses makan , 6 jam.

3. Jenis makan
Perlu diatur jenis makanannya yang akan kita masukkan dalam tubuh.
Untuk itu dalam makan harus memenuhi Gizi seimbang. makan yg mengandung Karbohidrat, protein, vitamin, mineral, air.
Protein: ayam, daging, telur, ikan, susu.

Hindari makanan yg mengandung Lemak jahat : santan, babat, cingur, Goreng2an /Krupuk, Jeroan (usus, paru, ati, otak, kikil, buntut,babat, cingur, lidah, rempelo, limpa)
Usia 50 th penderita diabet kurangi DAGING.

Untuk usia 60th, sebaiknya Kalau mau makan daging, daging Ikan saja. Boleh laut atau tawar. Daging Ayam : dada tidak berkulit, no sayap, no ceker, no paha.

Karbohidrat : nasi, mie, kwetiaw, bubur, oatmeal, lontong, roti, kentang, ubi, singkong telo, tales.
Karbohidrat itu mengandung Kalori tinggi jadi makannya harus dibatasi jumlahnya.

Jml kalori nasi putih dengan nasi goreng berbeda. Karena diproses shg akan meningkatkan jml kalorinya sampai 3x lipat.

Apakah beras merah lebih bagus dr beras putih?
Sebenarnya kalori Beras merah = beras putih yaitu 200 kalori.
Tapi lebih bagus beras merah karena lebih banyak serat, sehingga lama proses/giling untuk pembentukan jadi gula sehingga proses untuk terserapnya dalam darah lama.

Sedangkan nasi putih itu sdh tidak kulit arinya sehingga lebih cepat dicerna oleh tubuh dan cepat diserap menjadi gula .
Roti putih ganti roti gandum. Karena roti gandum lebih banyak seratnya.

Vitamin dan mineral.
Banyak terdapat pada Buah & sayur.
Dalam mengunyah sebaiknya 30x.

Kenapa harus dikunyah 30x?
Karena Terkait enzim yang dikeluarkan sejak di rongga mulut. Kalau hanya sebentar (2-3x kunyah langsung ditelan, enzim yg keluar utk pencernaan makanan tdk maksimal)

Air putih yang cukup
Minum minimal 3% dari BB. Misal BB 50 kg maka minum air minimal 1,5L.
Air yg paling bagus adalah air putih yang bersih dan sehat.
Hindari minuman bersoda karena tinggi kalori
Selain itu memang tidak sehat

4. Jurus masak
Maksudnya bagaimana kita bs menikmati makanan dg olahan yg sehat.
Misal antara ikan goreng, bakar,dalam bemtuk tim atau mentah yg paling sehat?

Jadi urutannya yg paling sehat adalah yg dlm bentuk mentah /setengah matang. tp hrs hati2 kalau ada bakterinya.
Ikan dlm tim.
Ikan bakar ( dg cttan yg warna hitam seperti arang dibuang karena pemicu kanker).
Ikan digoreng

Selain pola makan yg diatur, imbangi dengan olah raga.
olah raga 30 menit/hari yang penting aliran darah sirkulasi teratur (joging, senam, renang) paling sedikit 5 hari seminggu.

Pasien Diabetes juga harus tidur nyenyak
Karena pasien diabetes punya resiko 4x lebih gampang serangan jantung, lebih mudah kena stroke dan gagal ginjal maka perlu rutin cek kadar gula darah utk mengontrolnya.

Paling akurat cek kadar Gula darah dengan HbA1c. Nilai normalnya dibawah 6.5 %
Kalau lebih dari 6,5 % , akan menurunkan usia karena bisa berkurang 10th
Jadi kesimpulannya, Untuk mencegah Diabetes atau Terapi pasien Diabetes agar lebih baik:
Atur asupan kalori, olah raga, Berhenti merokok, jaga kebersihan, berpikir positif dan bahagia.

Jangan khawatir. Hati yang gembira adalah obat yang manjur.
Karena ketawa meningkatkan hormon kebahagiaan (endorfin) kalau khawatir/ sedih mengeluarkan adrenalin. Adrenalin akan menghambat pengeluaran insulin
Bagi saudara kita yg sdh terlanjur gula darah tinggi maka bisa dibantu menurunkan dg cara:

1. Herbal
a. Kombinasi herbal 1:
daun mimba, sambiloto, daun sendok, daun sambung nyawa, daun tempuyung, daun tapak liman dan daun dewa.
b. Kombinasi herbal 2:
Kulit batang pule pandak, bratawali, buah mahkota dewa, daun kumis kucing, herba sambiloto, daun alpukat dan herbal lainnya.
c. Minyak zaitun

2. Pola Diet
• Pastikan karbohidrat yang anda konsumsi adalah karbohidrat kompleks seperti ubi jalar, jagung, labu, sereal, beras merah dan lainnya.
• Tingkatkan jumlah air putih yang diminum minimal 3% dari berat tubuh (Liter)
• Batasi asupan makanan dan minuman yang manis.
Buah yang rendah gula: strawberi, alpukat, tomat.
Buah yang tinggi gula: semangka, apel, anggur, pisang, mangga, nanas, pir, blackberry.
• Isi ½ piring anda dengan sayuran kaya serat seperti bayam, brokoli, kacang hijau, sawi, bawang merah, cabai, lobak, tomat, kembang kol, pare.
¼ piring dengan karbohidrat atau biji-bijian seperti nasi, kentang, buncis, kacang polong, labu dan jagung.
¼ piring dengan protein seperti ayam tanpa kulit & jeroan, tahu, tempe, telur.

3. Aktivitas/olahraga ringan
Jika saat penurunan gula darah terlalu drastis atau terlalu diet ketat maka beresiko hipoglikemik atau gula darah terlalu rendah.
Kita berikan Tips Mengatasi Hipoglikemik:

Hipoglikemia, di mana tubuh tidak memiliki gula darah yang cukup untuk menyuplai proses vital
Gejalanya: pusing, lemah, dan pingsan.
Untuk mengatasinya konsumsi gula sederhana yang langsung bisa diserap seperti bawa permen, gula jawa atau minuman manis.

Tips Mengobati Luka Gangren
• Taburkan serbuk sambiloto (antibiotik alami) dengan serbuk gamat atau kitosan (mempercepat pembentukan jaringan baru)
Luka gangren adl luka pada pasien diabet yg sukar disembuhkan, jika dibiarkan bisa membusuk dan diamputasi.

PRODUK HERBAL DIABETES

📌Presented by
🏡 RSH-24, Rumah Sehat Herbal 24
Konsultasi:
Fitri Ana M, S.Farm., Apt (http://bit.ly/FitriRSH24)
Zumrotul K, S.Farm., Apt (http://bit.ly/YumrotulRSH24)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *